ES DAWET
CARA PEMBUATAN ES DAWET
Bahan Dawet:
50 gram tepung sagu aren
75 gram tepung beras
600 ml air
1 sendok teh garam
700 gram es serut kasar
50 gram tepung sagu aren
75 gram tepung beras
600 ml air
1 sendok teh garam
700 gram es serut kasar
Bahan Sirop:
300 gram gula merah, disisir
2 lembar daun pandan
250 ml air
1/4 sendok teh garam
5 buah nangka, dipotong panjang
300 gram gula merah, disisir
2 lembar daun pandan
250 ml air
1/4 sendok teh garam
5 buah nangka, dipotong panjang
Bahan Kuah Santan:
500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
2 lembar daun pandan
1/4 sendok teh garam
500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
2 lembar daun pandan
1/4 sendok teh garam
Cara Membuat Es Dawet:
1. Cendol, larutkan tepung beras, tepung sagu di dalam air dan garam. Masak sambil diaduk sampai meletup-letup dan kalis.
2. Tuang adonan ke dalam cetakan cendol. Tekan di atas baskom yang berisi air es. Saring cendolnya. Sisihkan.
3. Sirop, didihkan gula merah, air, daun pandan, dan garam di atas api kecil sampai kental. Tambahkan nangka. Aduk rata.
4. Kuah santan, rebus bahan kuah santan sambil diaduk sampai mendidih dan matang.
5. Sajikan cendol bersama sirop, kuah santan, dan es serut.
1. Cendol, larutkan tepung beras, tepung sagu di dalam air dan garam. Masak sambil diaduk sampai meletup-letup dan kalis.
2. Tuang adonan ke dalam cetakan cendol. Tekan di atas baskom yang berisi air es. Saring cendolnya. Sisihkan.
3. Sirop, didihkan gula merah, air, daun pandan, dan garam di atas api kecil sampai kental. Tambahkan nangka. Aduk rata.
4. Kuah santan, rebus bahan kuah santan sambil diaduk sampai mendidih dan matang.
5. Sajikan cendol bersama sirop, kuah santan, dan es serut.
Manfaat
o Membantu pencernaan
o Efek mendinginkan tubuh
o Meningkatkan nilai gizi
o Menjaga kesehatan tulang
o Meningkatkan asupan gula
o Mengontrol tekanan darah
o Meningkatkan kesehatan
Sejarah
Di daerah Sunda minuman ini dikenal dengan nama cendol sedangkan di Jawa Tengah dikenal dengan nama es dawet. Berkembang kepercayaan populer dalam masyarakat Indonesia bahwa istilah "cendol" mungkin sekali berasal dari kata "jendol", yang ditemukan dalam bahasa Sunda, Jawa dan Indonesia; hal ini merujuk sensasi jendolan yang dirasakan ketika butiran cendol melalui mulut kala tengah meminum es cendol. Namun kata cendol juga mungkin berasa dari kata Thailand "chorn dooi" yang artinya "tolong".
· Filosofi
Pada angkringan dawet ayu terdapat gambar Semar dan Gareng, makna simbol Semar dan Gareng adalah pengharapan musim mareng atau kemarau. Hal ini berarti dengan adanya simbol Semar dan Gareng pada pikulannya, pedagang dawet ayu mengharap pembeli datang untuk membeli dawet ayu. Fungsi identitas Semar dan Gareng pada dawet ayu dapat digunakan untuk mengetahui bahwa di mana ada dawet ayu maka terdapat simbol Semar dan Gareng. Fungsi kepercayaan dari penggunaan simbol Semar dan Gareng yaitu penggunaan kayu kembang kanthil sebagai media pembuatan simbol Semar dan Gareng karena kayu tersebut bersifat magis dan dapat dipercaya sebagai pelaris.
· Isi Kandungan
NO
|
Nama Kandungan
|
Besar
|
1
|
Energi
|
878 kkal
|
2
|
Protein
|
11,25 gr
|
3
|
Lemak
|
14,9 gr
|
4
|
Karbohidrat
|
175,37 gr
|
5
|
Kalsium
|
163 mg
|
6
|
Fosfor
|
230 mg
|
7
|
Zat besi
|
2,28 mg
|
8
|
Vitamin A
|
0 IU
|
9
|
Vitamin B1
|
0 mg
|
10
|
Vitamin B2
|
2 mg
|
Nama Bahan Makanan : Dawet
Nama Lain / Alternatif : Cendol
Banyaknya Dawet yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Dawet yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Nama Lain / Alternatif : Cendol
Banyaknya Dawet yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Dawet yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Komentar
Posting Komentar